Portal Nusantara News.id, PAMEKASAN – Pelayanan Mala Home Stay yang berlokasi di Jalan Raya Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, menuai sorotan tajam. Seorang pelanggan berinisial F mengaku dirugikan setelah menunggu selama dua jam tanpa kepastian kamar yang dijanjikan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (18/04/2026) sekitar pukul 06.47 WIB. F yang baru tiba dari luar kota berniat memesan kamar untuk beristirahat. Saat itu, ia sempat melihat ada tamu yang akan melakukan check-out dan berharap bisa langsung menempati kamar tersebut.
Namun, harapan itu tak langsung terpenuhi. Petugas resepsionis menyampaikan bahwa kamar memang penuh, tetapi ada satu kamar yang baru saja ditinggalkan tamu dan belum dibersihkan.
“Kalau bapak mau menunggu, sekitar pukul 09.00, karena OB baru masuk pukul 08.00,” ujar resepsionis kepada F.
Dengan kondisi lelah usai perjalanan jauh, F memilih menunggu sesuai arahan.
Namun setelah dua jam berlalu, situasi justru berubah. Saat kembali menanyakan kamar yang dijanjikan, ia mendapati petugas sudah berganti shift dan kamar tersebut dinyatakan kembali penuh.
Kejadian ini menimbulkan kekecewaan mendalam. F merasa waktu dan kesabarannya diabaikan tanpa kejelasan. Ia menilai ada ketidaksinkronan informasi antar petugas yang berujung merugikan pelanggan.
“Dari awal disampaikan kamar tinggal dibersihkan, tapi setelah menunggu lama malah dibilang penuh. Ini jelas merugikan,” ungkapnya.
Kasus ini memunculkan pertanyaan serius terkait profesionalitas pelayanan dan manajemen internal di Mala Home Stay.
Pergantian shift yang seharusnya berjalan mulus justru diduga menjadi celah miskomunikasi yang berdampak langsung pada konsumen.
Hingga berita ini ditulis, awak media mencoba menghubungi supevisor melalui via WA namun belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Mala Home Stay terkait insiden tersebut.
Namun, publik berharap adanya klarifikasi sekaligus evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan pelanggan tidak semakin terkikis.















