banner 1000x130
Daerah  

Halal Bihalal PIJP Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan dan Sinergi Pembangunan Pamekasan

banner 120x600
banner 1000x130

Portal Nusantara News.id, Pamekasan – Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP) menggelar kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah bersama para wartawan yang tergabung dalam paguyuban, Jumat (8/5/2026), di kediaman Hendra HL selaku Humas PIJP sekaligus pemilik Barokah Catering, Jalan Bahagia No.13, Kelurahan Bugih, Pamekasan.

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban itu menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar insan pers, mitra kerja, serta berbagai elemen masyarakat dalam mendukung kemajuan Kabupaten Pamekasan.

banner 1000x130

Ketua Umum PIJP, Sujak Lukman SH, menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wadah memperkuat sinergi antara media, pemerintah daerah, legislatif, yudikatif, dan seluruh stakeholder pembangunan.

“Melalui momentum Halal Bihalal 1447 Hijriah ini, mari kita perkuat sinergi antara pemerintah, yudikatif, legislatif, dan media. Kolaborasi ini penting untuk membangun Pamekasan yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

Menurut Sujak, insan pers memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan daerah melalui penyampaian informasi yang edukatif, objektif, dan konstruktif kepada masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan integritas dalam pengelolaan daerah serta mengoptimalkan potensi pariwisata dan UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Momentum ini harus kita manfaatkan untuk mempererat silaturahmi, menguatkan komitmen kebersamaan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris PIJP, Wahyudi SH, menyampaikan bahwa Halal Bihalal juga menjadi ruang refleksi moral dan etika dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurutnya, nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas harus terus diperkuat, khususnya dalam mengawal pembangunan daerah sebagai bagian dari tanggung jawab insan pers.

“PIJP berkomitmen mendorong terwujudnya good governance serta menolak segala bentuk praktik penyimpangan, termasuk kebocoran pendapatan daerah,” tegas Wahyudi.

Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Tambak Pring Surabaya, Gus Syuhadaullah, turut memberikan tausiyah tentang makna Halal Bihalal dalam perspektif keislaman dan budaya Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa Halal Bihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang sarat nilai persaudaraan, silaturahmi, dan saling memaafkan setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Walaupun istilah Halal Bihalal tidak dikenal secara harfiah pada masa Nabi Muhammad SAW, namun substansinya sangat sejalan dengan ajaran Islam, yakni mempererat hubungan antarsesama dan menghilangkan sekat permusuhan,” ungkapnya.

Menurut Gus Syuhadaullah, tradisi tersebut juga menjadi bentuk kearifan budaya yang mampu memperkuat persatuan dan harmoni sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan Halal Bihalal PIJP berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Acara ditutup dengan doa bersama serta sesi ramah tamah seluruh anggota paguyuban dan tamu undangan.(Pnn)

banner 1000x130
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *