Portal Nusantara News.id, Bangkalan — Tingginya angka stunting di Kabupaten Bangkalan kembali menjadi sorotan. Di tengah kondisi tersebut, Bupati Bangkalan Lukman Hakim turun langsung ke lapangan dalam kegiatan Gebyar Blega Sehat yang digelar di Puskesmas Blega, Selasa (28/4/2026).
Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, kehadiran orang nomor satu di Bangkalan itu bukan sekadar seremonial. Agenda ini menjadi bagian dari upaya nyata menekan angka stunting yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB itu dihadiri berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, Muspika Kecamatan Blega—Camat, Kapolsek, hingga Danramil—serta kepala desa dan instansi lintas sektoral. Antusiasme warga pun terlihat tinggi, memadati lokasi untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan.
Berbagai layanan dihadirkan, mulai dari pemeriksaan mata, cek gula darah, donor darah, hingga pemeriksaan kesehatan umum.
Momentum ini dimanfaatkan pemerintah untuk mendekatkan akses layanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit.
Dalam sambutannya, Bupati Lukman Hakim menegaskan pentingnya budaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin.
“Jangan menunggu sakit parah baru berobat dengan biaya besar. Anggaran kesehatan kita sudah lebih dari satu miliar, bahkan 95 persen masyarakat Bangkalan insyaallah sudah terjamin kesehatannya. Tapi ingat, mencegah jauh lebih penting daripada mengobati,” tegasnya.
Lebih jauh, ia secara terbuka menyoroti tingginya angka stunting yang masih membayangi masa depan generasi Bangkalan. Ia meminta seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk tidak tinggal diam.
Sebagai bentuk intervensi langsung, Bupati bersama Kadinkes dr. Nunuk Kristiani menyerahkan bantuan telur kepada ibu dan balita. Bantuan tersebut merupakan bagian dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT) guna memenuhi kebutuhan protein hewani bagi balita berisiko stunting.
Langkah ini dinilai penting, namun juga menjadi sinyal bahwa persoalan stunting tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan sesaat. Diperlukan konsistensi, edukasi berkelanjutan, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga pola asuh dan asupan gizi anak.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Blega, Safitri, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati dan seluruh pihak yang terlibat.
“Meski persiapan kami belum sempurna, berkat dukungan semua pihak, kegiatan Gebyar Blega Sehat ini bisa berjalan meriah dan sukses. Alhamdulillah,” ujarnya.
Ia juga berharap masyarakat tidak hanya datang saat ada kegiatan, tetapi rutin memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia.
“Seperti yang disampaikan Bapak Bupati, lebih baik mencegah daripada mengobati. Kami berharap kesadaran itu benar-benar tumbuh di tengah masyarakat,” pungkasnya.(Pnn)

















