Portal Nusantara News.id, PAMEKASAN — Ajang atletik FOSFAT 2026 se-Madura kembali menjadi panggung pembuktian bagi talenta muda. Juara bertahan, Jezmico Ardyanta H.L. (Nanta), siswa kelas IX SMPN 1 Pamekasan, tampil menggila dengan menyabet tiga medali emas sekaligus, mengukuhkan dominasinya di lintasan.
Dalam kompetisi yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Minggu (19/04/2026), Jezmico tak memberi celah bagi lawan-lawannya. Ia keluar sebagai Juara 1 di nomor lari 3000 meter, Juara 1 lari 800 meter, serta menjadi bagian penting dalam tim estafet mix 4×400 meter yang juga meraih posisi puncak. Hasil gemilang ini sekaligus mengantarkan SMPN 1 Pamekasan keluar sebagai Juara Umum.
Bagi Jezmico, mempertahankan gelar bukan perkara mudah. Ia menegaskan bahwa setiap perlombaan selalu menyimpan tantangan baru, terutama menghadapi lawan dengan kekuatan dan strategi yang tidak terduga.
“Mempertahankan itu jauh lebih sulit. Kita tidak pernah tahu kekuatan lawan di lintasan. Tanpa latihan serius, pola hidup sehat, dan asupan gizi yang seimbang, mustahil bisa bersaing,” tegasnya.
Di balik keberhasilannya, Jezmico tak lupa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada kedua orang tuanya yang selama ini menjadi sumber kekuatan utama.
“Alhamdulillah atas hasil ini. Terima kasih kepada kedua orang tua saya atas doa dan dukungan luar biasa. Tanpa mereka, saya bukan siapa-siapa,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari Osaka Fighter Club, keluarga besar, para senior, serta komunitas Indorunners Pamekasan yang terus memberi semangat dalam perjalanan latihannya.
Sementara itu, Coach Indra dari Osaka Fighter Club menilai pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras dan konsistensi latihan yang dijalani atlet.
“Ini hasil dari usaha dan keseriusan kalian selama ini. Saya hanya memberi ruang untuk berlatih. Tugas kalian adalah fokus dan disiplin, hasil akan mengikuti,” ujarnya.
Ia juga memberikan pesan kepada atlet lain yang belum berhasil meraih juara agar tidak patah semangat dan terus berlatih.
“Jangan berhenti berjuang. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha dan tidak cepat puas,” tambahnya.
Prestasi Jezmico menjadi bukti bahwa disiplin, kerja keras, dan dukungan lingkungan mampu melahirkan juara sejati. Di tengah ketatnya persaingan atlet muda se-Madura, ia tidak hanya bertahan, tetapi juga mendominasi.(Pnn)















