Portal Nusantara News.id, Surabaya — Kasus kematian seorang pria di kawasan Wonokusumo, Surabaya, mulai mengarah pada dugaan tindak pembunuhan. Peristiwa ini memantik perhatian publik setelah beredar informasi bahwa korban diduga dihabisi oleh lebih dari satu pelaku.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Mohammad Prasetyo, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan intensif. Berdasarkan hasil pendalaman sementara, polisi menemukan indikasi kuat bahwa aksi tersebut tidak dilakukan oleh satu orang saja.
“Dari hasil penyelidikan awal, terdapat lebih dari satu orang yang diduga terlibat dalam kejadian ini,” ujar Prasetyo.
Meski demikian, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif di balik peristiwa tragis tersebut. Di tengah minimnya informasi resmi, berbagai spekulasi pun mulai bermunculan di tengah masyarakat.
Salah satu isu yang berkembang menyebutkan bahwa kasus ini berkaitan dengan dendam lama. Dugaan ini diperkuat oleh keterangan Ketua Kampung setempat, Suhadak, yang menyebut korban sempat memiliki permasalahan sebelum memutuskan bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.
Menurut Suhadak, korban menghabiskan waktu sekitar dua tahun di Malaysia sebelum akhirnya kembali ke Surabaya, bahkan sempat berencana ke Madura. Namun, kepulangannya itu disebut-sebut sudah diperingatkan oleh kerabatnya.
“Waktu di Malaysia, korban sudah diingatkan agar tidak pulang dulu ke Surabaya atau Madura. Jadi kemungkinan ada kaitannya dengan masalah lama, tapi motif pastinya saya belum tahu,” jelas Suhadak.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mengungkap secara terang benderang kronologi serta motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa konflik yang tak terselesaikan dapat berujung fatal. Publik pun menanti langkah tegas aparat dalam mengungkap dalang di balik peristiwa yang merenggut nyawa ini.(Pnn)

















