banner 1000x130
Daerah  

Warga Keluhkan Limbah SPPG Aenganyar Giligenting: Bau Tak Sedap & Dugaan IPAL Tak Berfungsi

banner 120x600
banner 1000x130

Portal Nusantara News.id, SUMENEP – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aenganyar Giligenting Yayasan Arrohmah yang beroperasi di Desa Aenganyar Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur dikeluhkan warga.

Keluhan tersebut datang dari warga sekitar yang merasakan dampak terhadap aliran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak benar.

banner 1000x130

Berdasarkan video yang beredar di salah satu akun media sosial menyebutkan adanya saluran limbah dapur yang dibuang ke got/selokan oleh pihak pengelola SPPG Aenganyar Giligenting sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap bagi warga sekitar dan juga warga yang melintas diarea tersebut.

“Ramai sebagian warga pejalan kaki dan ber sepeda motor dengan adanya limbah dapur SPPG Aenganyar indikasi adanya IPAL tidak berfungsi akhirnya limbah disalurkan ke got di jalan raya, membuat masyarakat terganggu karena menimbulkan bau yang kurang enak” ungkap salah seorang warga dalam video yang berdurasi 0.33 menit itu.

Tidak hanya itu, keluhan juga datang dari berbagai pihak, salah satunya dari guru dan juga relawan yang pernah bekerja ditempat tersebut.

“Banyak sih masalahnya tidak hanya IPAL seperti menu yang kadang tidak sesuai, masih pakek menu puding dan mie padahal dalam regulasinya itu tidak boleh tapi di SPPG Aenganyar Giligenting masih make”, ungkap ST guru yang sekolahnya menerima MBG dari SPPG Aenganyar Giligenting.

Selain itu, menu busuk pun berkali-kali terjadi di SPPG Aenganyar Giligenting tapi setiap ada menu yang busuk pihak SPPG selalau berupaya menggantinya.

“Kadang jeruknya busuk bahkan pernah ikannya ada belatung atau ulatnya, itu pun terjadi berkali-kali, dan pihak SPPG selalu berdalih minta maaf atas kelalaiannya dan mengganti yang busuk tadi, tapi bagi kami bukan soal ganti atau tidaknya tapi bagaimana bertanggung jawab atas pekerjaan yang melibatkan orang banyak”, jelasnya.

Sementara itu, menurut relawan yang pernah bekerja di SPPG Aenganyar Giligenting pihak pengelola terlalu banyak janji manisnya tapi tidak kunjung ditepati.

“Saya sebelumnya izin sakit, karena sedang tidak enak badan tiba-tiba aja dikeluarkan dari grup Koordinator MBG oleh aslapnya, saya tidak merasa dipecat waktu itu karena pas saya chat aslapnya bilang suruh istirahat tak taunya itu bahasa rayuan saja”, ungkap Anisa.

Pihaknya merasa kecewa atas tindakan yang semena-mena itu, bahkan sampai saat ini sertifikat chefnya tidak dikeluarkan oleh pihak mitra padahal sudah lebih lima bulan.

“Janjinya 3 minggu setelah aktif kerja sertifikatnya mau diserahkan tapi sampai saat ini 5 bulan berjalan tetap tidak diserahkan kepada saya, waktu itu bilang gajinya 5 juta tapi ketika bekerja gajinya 3 juta alias tidak sesuai dengan yang dibicarakan”, tegasnya.

Akibat dari banyaknya persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, warga sekitar meminta pihak BGN menutup permanen dapur MBG Aenganyar Giligenting itu, terlebih lagi pihak pengelola dan pemilik tanah sedang bermasalah akibat pihak dapur tidak menepati komitmennya.

“Kita warga setempat meminta BGN untuk segera melakukan evaluasi dan penutupan terhadap SPPG Aenganyar Giligenting ini, karena banyak sekali masalah-masalah yang terjadi selama SPPG ini berjalan”, pungkas RD warga sekitar.(Pnn)

banner 1000x130
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *