Portal Nusantara News.id, BANGKALAN – Proses rekrutmen mitra Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangkalan menuai sorotan dari sejumlah peserta.
Mereka mempertanyakan transparansi dan mekanisme seleksi setelah banyak peserta yang dinyatakan lolos wawancara namun tidak menerima penawaran kerja melalui aplikasi resmi SOBAT BPS.
Salah seorang peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku menemukan sejumlah kejanggalan dalam tahapan rekrutmen petugas Sensus Ekonomi 2026.
Menurutnya, mayoritas peserta yang telah mengikuti dan lolos tahap wawancara tidak mendapatkan notifikasi penawaran kerja hingga batas waktu yang telah ditentukan.
“Mulai dari proses pendaftaran hingga wawancara sebenarnya berjalan normal. Namun saat memasuki tahap penerimaan penawaran kerja, hampir 90 persen peserta yang sudah mengikuti wawancara tidak menerima penawaran kerja melalui aplikasi SOBAT BPS,” ungkapnya, Jumat (5/6/2026).
Kecurigaan semakin menguat ketika pelatihan petugas digelar di Hotel Samator Surabaya pada 5 Juni 2026. Ia mengaku menemukan sejumlah peserta yang mengikuti pelatihan meskipun tidak memperoleh penawaran kerja melalui aplikasi resmi.
“Saya melihat ada lebih dari 10 orang yang mengikuti pelatihan padahal tidak mendapatkan penawaran kerja di aplikasi. Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar terkait mekanisme rekrutmen yang diterapkan,” katanya.
Ia juga menilai praktik titip-menitip masih menjadi budaya yang berpotensi memengaruhi proses seleksi. Menurutnya, terdapat peserta yang diduga tidak memenuhi kualifikasi namun tetap dapat mengikuti tahapan berikutnya.
“Ini sangat disayangkan. Budaya titip-menitip tanpa mempertimbangkan kompetensi masih diduga terjadi. Bahkan ada beberapa peserta yang menurut saya tidak memenuhi persyaratan untuk tugas lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti adanya peserta yang disebut sedang hamil serta oknum dosen aktif yang ikut dalam pelatihan petugas sensus.
Menurutnya, kondisi tersebut patut menjadi perhatian mengingat tugas petugas sensus menuntut mobilitas tinggi dan pelaksanaan survei secara langsung dari rumah ke rumah.
“Muncul pertanyaan dari peserta lain, apakah kondisi tersebut sesuai dengan kebutuhan pekerjaan lapangan yang cukup berat dan menyita waktu,” tambahnya.
Berdasarkan prosedur resmi BPS, proses rekrutmen mitra statistik dilakukan melalui aplikasi SOBAT BPS. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi diwajibkan menerima penawaran kerja melalui akun masing-masing sebelum dapat mengikuti pelatihan dan bertugas di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala BPS Kabupaten Bangkalan belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kejanggalan tersebut.
Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan mengenai mekanisme rekrutmen serta kebenaran informasi yang beredar di kalangan peserta.
Pemberitaan ini akan diperbarui setelah terdapat keterangan resmi dari pihak BPS Kabupaten Bangkalan.(Pnn)

















