Portal Nusantara News.id, SUMENEP – Sorotan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aenganyar, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, kembali mencuat.
Setelah sebelumnya menjadi perbincangan terkait dugaan saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dialirkan ke selokan, kini beredar video yang memperlihatkan seorang relawan diduga tidak mematuhi standar operasional prosedur (SOP) saat bekerja di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Video tersebut viral di media sosial TikTok setelah diunggah akun @InJatim. Dalam unggahannya, akun tersebut menyoroti sejumlah persoalan yang disebut terjadi di lingkungan dapur MBG Aenganyar Giligenting.
Dalam deskripsi video disebutkan bahwa masyarakat mempertanyakan kualitas makanan yang dihasilkan. Unggahan itu juga menyinggung adanya temuan makanan yang diduga tidak layak konsumsi, mulai dari sayuran yang ditemukan berulat, nasi basi, hingga kualitas makanan yang dinilai tidak memenuhi standar.
Selain itu, video memperlihatkan seorang relawan yang sedang bekerja tanpa mengenakan seragam maupun atribut kerja sebagaimana yang lazim digunakan petugas dapur SPPG. Relawan tersebut tampak hanya mengenakan kaos singlet berwarna merah saat berada di area kerja.
Beredarnya video tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Pasalnya, dapur MBG Aenganyar sebelumnya juga sempat menjadi sorotan publik akibat adanya temuan makanan yang diduga bermasalah, seperti sayuran yang ditemukan mengandung belatung dan buah jeruk yang dilaporkan dalam kondisi busuk.
“Kami sangat menyayangkan jika memang benar ada relawan atau pekerja dapur yang tidak mematuhi SOP. Apalagi sebelumnya sudah beberapa kali muncul persoalan terkait kualitas makanan yang dibagikan,” ujar SR, warga setempat, Sabtu (6/6/2026).
Menanggapi video yang beredar, pihak SPPG Aenganyar Giligenting mengakui adanya relawan yang tidak mematuhi ketentuan saat bekerja. Namun, pihak pengelola menegaskan telah mengambil langkah penindakan internal.
“Untuk relawan itu sudah kami kasih surat peringatan (SP),” kata Nida, perwakilan SPPG Aenganyar Giligenting.
Meski demikian, munculnya kembali berbagai persoalan yang berkaitan dengan operasional dapur MBG menambah perhatian publik terhadap pengawasan dan penerapan SOP di lingkungan SPPG. Masyarakat berharap seluruh proses pengolahan makanan dilakukan secara profesional dan sesuai standar kebersihan guna menjamin kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat program.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak terkait mengenai evaluasi menyeluruh terhadap penerapan SOP maupun langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan pasca beredarnya video tersebut.(Pnn)

















