banner 1000x130
Daerah  

FUN RUN BERKA’ ON LAON 2026 DISOROT: Hadiah Juara 1 Diduga Tak Sesuai Publikasi, Atlet Pasuruan Kecewa

banner 120x600
banner 1000x130

PORTAL NUSANTARA NEWS.id, PAMEKASAN – Gelaran FunRun Berka’ On Laon 2026 yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-496 di kawasan Wisata Pantai Jumiang, Minggu (8/11/2026), justru menuai sorotan tajam. Bukan karena persoalan prestasi maupun pelaksanaan lomba, melainkan dugaan ketidaksesuaian nominal hadiah yang diterima para atlet dengan informasi hadiah yang sebelumnya dipublikasikan panitia.

Dua atlet asal Kabupaten Pasuruan, Nanda (18) dan Amira (18), yang berhasil meraih juara pertama pada kategori masing-masing, mengaku kecewa setelah menerima hadiah yang nilainya jauh dari ekspektasi berdasarkan informasi yang mereka ketahui sebelum mengikuti perlombaan.

banner 1000x130

Nanda berhasil meraih Juara 1 kategori 7K. Namun, hadiah yang diterimanya disebut hanya sebesar Rp900 ribu. Sementara Amira, peraih Juara 1 kategori 5K, mengaku hanya menerima Rp700 ribu.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai transparansi penyelenggaraan kegiatan, khususnya terkait informasi uang pembinaan yang dicantumkan dalam publikasi resmi FunRun Berka’ On Laon 2026.

Dalam persyaratan dan informasi kegiatan yang ditunjukkan kepada peserta, panitia mencantumkan keterangan:

“Uang pembinaan total (+/-) Rp20 juta.”

Selain itu, panitia juga menyampaikan bahwa masing-masing jarak lomba menyediakan podium juara 1, 2, dan 3 untuk kategori putra maupun putri.

Informasi tersebut tentu menjadi salah satu pertimbangan peserta ketika memutuskan mengikuti perlombaan, terlebih mereka telah mengeluarkan kontribusi pendaftaran sebesar Rp100 ribu.

Persoalannya, apabila informasi hadiah yang diterima peserta berbeda dengan realisasi pembagian hadiah, panitia semestinya memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan kekecewaan.

Nanda Berharap Persoalan Diselesaikan Secara Baik. Nanda, atlet peraih Juara 1 kategori 7K, berharap persoalan tersebut segera mendapatkan penyelesaian secara baik-baik. Ia tidak menginginkan persoalan ini berkembang menjadi polemik yang lebih besar.

“Saya sangat berharap permasalahan ini bisa diselesaikan dengan damai agar tidak menimbulkan masalah baru lagi,” ujarnya.

Senada dengan Nanda, Amira yang meraih Juara 1 kategori 5K juga menyampaikan kekecewaannya. Menurutnya, informasi uang pembinaan sekitar Rp20 juta yang dipublikasikan panitia perlu diperjelas realisasinya.

“Hadiah yang saya terima hanya Rp700 ribu, padahal informasi yang disampaikan sebelumnya Rp20 juta. Harapan saya, Bapak Bupati dan panitia bisa menyelesaikan persoalan ini dengan baik. Semoga hadiah yang diumumkan dalam informasi kegiatan itu bisa dipenuhi, karena saya merasa memiliki hak atas hadiah sesuai ketentuan yang disampaikan kepada peserta, bukan hanya Rp700 ribu,” ungkap Amira dengan nada kecewa di Depan kantor Bupati Pamekasan.

Bupati Hadir, Transparansi Panitia Dipertanyakan. Sorotan semakin menguat karena kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Bupati Pamekasan, Dr. K.H. Kholilurrahman, S.H., M.Si.

Namun, berdasarkan keterangan yang diperoleh, Bupati disebut tidak mengetahui isi amplop hadiah yang diserahkan panitia kepada para pemenang.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan: sejauh mana pengawasan terhadap penyelenggaraan kegiatan yang membawa nama besar Kabupaten Pamekasan tersebut?

Kehadiran kepala daerah dalam sebuah kegiatan tentu bukan sekadar simbolis. Publik juga berharap setiap kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka peringatan hari jadi kabupaten mencerminkan profesionalitas, tanggung jawab, serta tata kelola yang transparan.

Jangan Biarkan Nama Baik Pamekasan Tercoreng

Persoalan ini bukan semata-mata tentang besar atau kecilnya uang yang diterima atlet. Lebih dari itu, menyangkut kejelasan informasi, tanggung jawab penyelenggara, serta penghargaan terhadap perjuangan peserta yang telah mengikuti kompetisi.

Jika benar terdapat perbedaan antara informasi hadiah yang dipublikasikan dengan nominal yang dibagikan, panitia wajib memberikan klarifikasi secara terbuka, termasuk menjelaskan apakah angka Rp20 juta merupakan total uang pembinaan seluruh kategori atau terdapat ketentuan pembagian lain yang sebelumnya belum dijelaskan secara terperinci.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan juga diharapkan turun tangan memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut agar tidak berlarut-larut.

Jangan sampai momentum peringatan Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan yang seharusnya menjadi ajang kebanggaan daerah justru meninggalkan kekecewaan bagi atlet dari luar daerah.

Prestasi atlet harus dihargai, informasi hadiah harus transparan, dan panitia harus bertanggung jawab.

Sebab, nama baik daerah bukan hanya dibangun melalui kemeriahan sebuah acara, tetapi juga melalui kejujuran, profesionalitas, dan komitmen dalam memenuhi apa yang telah disampaikan kepada publik.(Pnn)

banner 1000x130
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *