banner 1000x130
Hukum  

Part II, Kasus Dugaan Pemukulan Siswa oleh Oknum Guru P3K SDN 3 Branta Pesisir Memanas, Aktivis Siap Tempuh Jalur Hukum

banner 120x600
banner 1000x130

Portal Nusantara News.id, Pamekasan – Kasus dugaan pemukulan terhadap seorang siswa oleh oknum guru P3K di SDN 3 Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan, terus bergulir dan menuai sorotan publik.

Oknum guru berinisial EL diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap murid kelas 5 bernama Moh. Faizal Romadhon hingga menyebabkan memar di bagian pipi dan trauma psikis pada korban.

banner 1000x130

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Jumat (8/5). Dugaan pemukulan dipicu karena Faizal dituduh telah memukul siswi lain di sekolah. Namun, tuduhan itu dibantah langsung oleh Faizal yang mengaku tidak melakukan perbuatan tersebut.

Aktivis berinisial R yang ikut mengawal kasus ini menegaskan bahwa dirinya akan terus membawa persoalan tersebut hingga menemukan titik terang dan penyelesaian yang adil. Bahkan, ia menyatakan siap melanjutkan perkara ini ke jalur hukum serta melaporkannya ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan.

“Kasus ini akan terus saya kawal karena saya merasa ada ketidakpercayaan terhadap saya, padahal saya sudah membantu menyelesaikan persoalan ini,” ungkap R kepada awak media.

Menurut R, sebelumnya laporan polisi (LP) di Polres Pamekasan sempat dicabut atas permintaan pihak EL. Namun, beberapa waktu kemudian muncul kembali persoalan baru setelah adanya telepon yang menyebut surat pencabutan laporan tersebut disebut belum tercatat di sistem kepolisian.

“Saya ditelepon, katanya punya orang di Polres dan sudah dicek di sistem, katanya LP itu belum dicabut,” ujar EL seperti disampaikan R.

Pernyataan tersebut membuat R geram. Ia merasa upaya dan tenaga yang telah ia keluarkan untuk membantu penyelesaian masalah justru tidak dihargai.

“Saya capek mengurus persoalan ini dengan sukarela membantu, tapi malah masih tidak dipercaya,” tegasnya.

Sementara itu, awak media pada Rabu (13/5) dan Sabtu (16/5) mencoba mendatangi SDN 3 Branta Pesisir guna meminta klarifikasi kepada Kepala Sekolah, Ismail, terkait dugaan kekerasan tersebut. Namun, menurut keterangan guru lain, kepala sekolah sedang berada di luar sekolah padahal Kepala Sekolah sudah memberikan jawaban untuk hari Sabtu bisa bertemu.

Upaya konfirmasi juga dilakukan melalui pesan WhatsApp sejak pagi hingga malam hari. Akan tetapi, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan maupun klarifikasi resmi dari pihak kepala sekolah.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait dugaan tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang.

Awak media menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga ada kejelasan dan penyelesaian yang berpihak pada kebenaran.(Pnn)

banner 1000x130
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *