banner 1000x130
Daerah  

Darurat Migas di Blega Bangkalan, Pertalite Langka, Harga Eceran Tembus Rp13.000 per Botol

Oplus_131072
banner 120x600
banner 1000x130

Portal Nusantara News.id, BANGKALAN – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura, memicu keluhan warga. Kondisi tersebut membuat harga Pertalite eceran di pinggir jalan melonjak hingga Rp13.000 per botol ukuran 1 liter.

Pantauan di SPBU 54.691.01 Blega pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 12.23 WIB menunjukkan dispenser Pertalite dalam kondisi kosong tanpa antrean kendaraan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat yang sehari-hari bergantung pada BBM subsidi untuk menunjang aktivitas ekonomi.

banner 1000x130

Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite dalam beberapa hari terakhir. Akibat stok yang sering habis di SPBU, mereka terpaksa membeli BBM eceran dengan harga yang lebih mahal.

“Rakyat menjerit. Buat ngojek, ke sawah, ke pasar saja susah. SPBU kosong, eceran mahal,” ujar salah seorang warga Blega.

Kelangkaan Pertalite ini terjadi di tengah isu kenaikan harga Pertamax yang per 1 Juni 2026 berada di angka Rp16.250 per liter. Kondisi tersebut diduga membuat sebagian pengguna kendaraan beralih ke Pertalite sehingga permintaan meningkat dan stok di sejumlah SPBU cepat habis.

Selain itu, warga juga menduga adanya pembatasan distribusi Pertalite ke sejumlah SPBU di wilayah Bangkalan khususnya Blega. Dugaan tersebut muncul karena stok BBM subsidi kerap habis pada siang hari, meski aktivitas masyarakat masih berlangsung normal.

Meski demikian, Pertamina Patra Niaga sebelumnya menegaskan tidak ada kebijakan pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan kapasitas mesin kendaraan. Perusahaan juga menyatakan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi BBM guna menjaga stabilitas pasokan dan pelayanan kepada masyarakat.

Kelangkaan yang berlangsung saat ini berdampak langsung pada masyarakat kecil, terutama pengemudi ojek, pedagang, petani, dan pekerja harian yang sangat bergantung pada Pertalite untuk aktivitas sehari-hari.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bangkalan bersama Pertamina segera mengambil langkah konkret dengan menambah kuota distribusi Pertalite ke wilayah Madura, khususnya Kecamatan Blega. Mereka juga meminta adanya pengawasan terhadap penjualan BBM eceran agar harga tidak semakin memberatkan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur terkait penyebab kosongnya stok Pertalite di SPBU Blega maupun langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi kelangkaan tersebut.(Pnn)

banner 1000x130
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *