banner 1000x130

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Warga Bangkalan Mengeluh: “Isi Bensin Sekarang Bikin Menjerit”

banner 120x600
banner 1000x130

Portal Nusantara News.id, BANGKALAN – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax yang berlaku mulai Rabu (10/6/2026) menuai keluhan dari masyarakat. Sejumlah warga Bangkalan mengaku kaget setelah mengetahui harga Pertamax melonjak menjadi Rp16.250 per liter.

Dari pantauan di beberapa SPBU di Kabupaten Bangkalan, kenaikan harga tersebut langsung dirasakan oleh para pengguna kendaraan bermotor yang selama ini mengandalkan BBM dengan kadar oktan (RON) 92 tersebut.

banner 1000x130

Salah seorang warga Kota Bangkalan, Abdul Hafidz, mengaku terkejut saat mengisi bahan bakar di SPBU Galis pada Rabu sore.

“Ya Allah, isi full tank motor langsung Rp60 ribu lebih. Padahal kemarin cuma Rp45 ribuan. Menjerit kita, Mas,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Ahmad, seorang pengemudi yang ditemui di lokasi. Menurutnya, kenaikan harga Pertamax terasa semakin berat, terlebih saat stok Pertalite di SPBU sedang kosong.

“Pertalite kebetulan kosong. Bensin naik gila-gilaan. Pertamax Rp16 ribu lebih, habis sudah buat bensin doang. Nggak nutut sama tarif,” keluhnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, daftar harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)

Pertamax: Rp16.250 per liter (naik Rp3.950)

Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter (naik Rp4.100)

Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter

Bio Solar: Rp6.800 per liter (tetap)

Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green disebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Tak heran jika kebijakan tersebut langsung ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial.

Meski demikian, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar masih belum mengalami perubahan. Namun, sebagian pengguna kendaraan mengaku tidak memiliki banyak pilihan karena spesifikasi kendaraan mereka direkomendasikan menggunakan BBM dengan RON 92 atau lebih tinggi.

“Mau nggak mau ya isi. Motor sekarang kalau diisi Pertalite brebet. Tapi ya itu, dompet yang brebet duluan,” kata Siti, seorang karyawati swasta sambil tersenyum pahit.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pertamina terkait penyebab kenaikan signifikan harga BBM non-subsidi tersebut. Namun secara umum, penyesuaian harga BBM non-subsidi biasanya dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah dunia serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Kenaikan harga ini pun menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi pekerja harian, pengemudi, dan pengguna kendaraan yang mobilitasnya tinggi. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menjaga stabilitas harga energi agar tidak semakin membebani pengeluaran masyarakat.(Pnn)

banner 1000x130
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *