banner 1000x130

Disorot! Dugaan Lemahnya Pengawasan P3-TGAI di Desa Banjar Tabulu, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan

banner 120x600
banner 1000x130

Portal Nusantara News.id, SAMPANG – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Desa Banjar Tabulu, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi sorotan publik. Hasil pantauan lapangan pada Jumat (31/7/2026) memunculkan sejumlah dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan yang dinilai berpotensi mengurangi kualitas hasil pembangunan.

Program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut juga disorot karena di lokasi pekerjaan tidak ditemukan papan informasi proyek. Kondisi ini dinilai mengurangi transparansi kepada masyarakat terkait nilai anggaran, volume pekerjaan, maupun pelaksana kegiatan.

banner 1000x130

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pekerjaan swakelola yang dilaksanakan oleh HIPPA diduga belum sepenuhnya mengacu pada ketentuan teknis, baik berdasarkan gambar kerja (shop drawing) maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Sejumlah temuan memunculkan pertanyaan mengenai mutu konstruksi. Pasangan batu pada saluran irigasi diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis. Rongga pada pasangan batu masih terlihat di sejumlah titik akibat minimnya adukan semen, sehingga hasil pekerjaan tampak kurang rapat dan diduga belum memenuhi standar konstruksi yang semestinya.

Selain itu, warna adukan semen yang terlihat lebih putih turut memunculkan dugaan bahwa komposisi campuran semen tidak sesuai ketentuan. Material batu yang digunakan juga diduga bukan batu gunung sebagaimana lazim digunakan untuk konstruksi saluran irigasi, melainkan batu sirtu dengan kualitas yang dinilai lebih rendah.

Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan menilai pengawasan terhadap proyek pemerintah seharusnya dilakukan sejak awal pelaksanaan, bukan hanya ketika pekerjaan hampir selesai atau setelah rampung.

“Pengawasan itu penting sejak awal, supaya pekerjaan sesuai aturan dan hasilnya bisa bermanfaat untuk masyarakat, terutama para petani, karena saluran ini dekat dengan lahan pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan yang konsisten sejak progres nol persen akan meminimalkan potensi penyimpangan serta memastikan pekerjaan benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Apabila dugaan ketidaksesuaian tersebut terbukti, persoalan ini tidak hanya menyangkut kualitas fisik bangunan, tetapi juga efektivitas penggunaan anggaran negara. Infrastruktur irigasi yang seharusnya mendukung ketahanan pangan dikhawatirkan berisiko mengalami kerusakan lebih cepat, rentan jebol saat musim hujan, dan tidak mampu memberikan manfaat optimal bagi para petani.

Program P3-TGAI sejatinya dirancang untuk meningkatkan infrastruktur irigasi desa melalui pemberdayaan masyarakat serta memperkuat sektor pertanian. Karena itu, transparansi pelaksanaan, kepatuhan terhadap spesifikasi teknis, dan pengawasan yang maksimal menjadi faktor penting agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak HIPPA selaku pelaksana kegiatan belum dimintai konfirmasi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak terkait sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.(Pnn)

banner 1000x130
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *