PortalNusantaraNews.id, Pamekasan — Sebuah video yang diunggah akun TikTok @muhshi_ramadani viral di media sosial dan menuai sorotan publik.
Video tersebut memperlihatkan kondisi di SPBU 54.693.10 yang berlokasi di Jalan Raya Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, pada Jum’at (19/12/2025).
Dalam unggahan tersebut, perekam video mengaku telah mengantre cukup lama untuk membeli BBM subsidi jenis Bio Solar. Namun sangat disayangkan, saat tiba giliran, BBM subsidi tersebut dinyatakan habis.
Diduga kuat, Bio Solar lebih dahulu diborong oleh pembeli menggunakan jerigen yang jumlahnya melebihi batas ketentuan, bahkan diangkut menggunakan kendaraan pick up.
Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat yang merasa dirugikan. Pasalnya, BBM subsidi seharusnya diprioritaskan bagi kendaraan operasional masyarakat, bukan untuk pengecer atau tengkulak.
Menurut warga, kejadian tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan oleh pihak terkait. Mereka menilai Pertamina maupun Aparat Penegak Hukum (APH) seakan menutup mata terhadap dugaan kecurangan yang terjadi secara terang-terangan.
“Kami ini juga butuh BBM subsidi. Kenapa malah pengecer dan pembeli jerigen yang diutamakan? Padahal aturan pemerintah jelas, kendaraan lebih diprioritaskan daripada jerigen,” ungkap salah satu warga dalam video tersebut.
Bahkan, dalam unggahan itu terdengar seorang warga memilih membeli BBM di pengecer meskipun dengan harga lebih mahal, lantaran kelelahan mengantre namun tetap tidak kebagian.
“Berapa harga di pengecer itu? Tidak apa-apa meski agak mahal, daripada capek antri tapi kehabisan,” ujar warga tersebut.
Masyarakat berharap pihak Pertamina serta APH setempat segera turun tangan melakukan evaluasi dan penindakan tegas terhadap SPBU maupun operator yang diduga melakukan pelanggaran, agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak terus merugikan masyarakat kecil.(Pnn)

















