banner 1000x130
Daerah  

Miris! Lansia di Kara Sampang Tidak Pernah Terima Bansos, Padahal Hidup Sebatang Kara dan Suami Dioperasi Amputasi

banner 120x600
banner 1000x130

Sampang – Portal Nusantara News.id, –
Penyaluran program bantuan sosial (Bansos) pemerintah bagi masyarakat miskin dan lansia di Desa Kara, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, dinilai masih jauh dari tepat sasaran.

Pasalnya, sejumlah warga yang tergolong sangat rentan justru tidak tersentuh bantuan apa pun.

banner 1000x130

Salah satunya dialami Nenek Liani (71) serta pasangan suami istri Kideh (61) dan suaminya Matsirat, yang mengalami amputasi ekstremitas bawah sehingga tidak mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kasus ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Dinas Sosial dan Baznas Kabupaten Sampang turun langsung setelah pemberitaan mengenai Ibu Naimah mencuat di media nasional. Namun di Desa Kara sendiri, ternyata masih banyak warga rentan yang luput dari perhatian.

Saat ditemui wartawan, Kamis (13/11/2025), Nenek Liani mengisahkan kondisi hidupnya di Dusun Kara Timur. Di usia senja, ia hidup sendiri di rumah sederhana tanpa sanak saudara yang mendampingi.

Meski tergolong warga tidak mampu, ia mengaku tidak pernah sekalipun menerima Bansos.

“Saya hidup sendirian, Mas. Kadang bekerja pada orang untuk beli beras dan ikan. Walaupun ada bantuan pemerintah, saya tidak pernah menerima,” ujarnya lirih.

Untuk bertahan hidup, ia terpaksa bekerja serabutan atau menguli pada warga yang membutuhkan tenaga.

“Mudah-mudahan Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Bupati H. Idi mendengar tangisan rakyat kecil yang lapar,” tambahnya dengan harap.

Tetangganya, Rosidi, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan bahwa Liani memang tak pernah mendapatkan bantuan apa pun.

Di lokasi terpisah, Kideh (61), yang juga tinggal di Dusun Kara Timur, mengalami nasib serupa. Sampai usianya kini, ia mengaku belum pernah menerima Bansos, padahal kondisi keluarganya tergolong sangat memprihatinkan.

Suaminya, Matsirat, mengalami amputasi ekstremitas bawah, sehingga tidak mampu bekerja dan hanya mengandalkan bantuan tetangga ketika membutuhkan kebutuhan pokok.

“Kadang untuk kebutuhan sehari-hari, saya harus pinjam ke orang lain,” kata Kideh dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengaku sering didatangi orang yang mengaku sebagai petugas Bansos untuk meminta fotokopi KTP, KK, dan foto rumahnya. Namun bantuan tak pernah kunjung datang.

“Apa tidak keliru, orang kaya dapat Bansos, sedangkan yang miskin seperti saya tidak pernah tersentuh?” keluhnya.

Hal senada dikemukakan oleh tetangganya, Khoiriyah, yang mengatakan bahwa hanya Kideh yang tidak menerima Bansos, padahal kondisinya paling memprihatinkan.

Warga berharap pemerintah melakukan pendataan ulang agar bantuan sosial tepat sasaran dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat miskin yang membutuhkan.
(Pnn)

banner 1000x130
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *