Portal Nusantara News.id — Sampang.
Suasana Pasar Srimangunan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mendadak geger pada Minggu pagi (9/11/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.
Seorang juru parkir bernama Mas’ud (51), warga Jalan Teratai, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang Kota, mengalami luka akibat sabetan senjata tajam jenis celurit.
Menurut informasi yang dihimpun, korban mengalami luka pada bahu kanan serta lecet di beberapa bagian tubuh akibat terjatuh saat berusaha menghindar dari serangan pelaku.
Atas kejadian tersebut, korban resmi melapor ke Polres Sampang. Diduga pelaku berinisial J alias JB, laki-laki berusia sekitar 40 tahun, warga Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang Kota.
Dari tempat kejadian perkara (TKP), petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa satu kaos kuning merk Bomb Boogie milik korban yang robek dan terdapat bercak darah pada bagian lengan kanan, serta sebuah video berdurasi 1 menit 14 detik yang merekam sebagian kejadian tersebut.
Kasus ini sementara disangkakan melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 terkait penggunaan atau kepemilikan senjata tajam tanpa izin.
Menanggapi insiden itu, Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Benar, kami telah menerima laporan dugaan penganiayaan di area Pasar Srimangunan. Saat ini tim Satreskrim Polres Sampang masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Untuk terduga pelaku masih dalam proses lidik,”
ujar AKP Eko Puji Waluyo dalam rilis resminya, Minggu pagi (9/11/2025).
Lebih lanjut, AKP Eko menegaskan bahwa kepolisian akan menindaklanjuti kasus ini secara profesional dan transparan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Percayakan proses hukum kepada pihak kepolisian,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, motif penganiayaan masih dalam penyelidikan. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain serta memverifikasi rekaman video yang beredar untuk memperkuat proses penyidikan.(Pnn)














