banner 1000x130

Biadab! Perkosa Penyandang Disabilitas Hingga Hamil, Pria di Pamekasan Terungkap Lewat Tes DNA

banner 120x600
banner 1000x130

Portal Nusantara News.id, PAMEKASAN – Kasus kejahatan seksual yang mengguncang nurani kembali terungkap di Kabupaten Pamekasan. Seorang pria berinisial AS (50) tega memperkosa seorang perempuan penyandang disabilitas mental hingga hamil dan melahirkan.

Ironisnya, pelaku bukan orang jauh. Ia diketahui merupakan saudara ipar korban sendiri.
Pengungkapan kasus ini tidaklah mudah. Korban berinisial H (41), warga Kecamatan Palengaan, mengalami gangguan mental sehingga tidak mampu memberikan keterangan secara jelas kepada penyidik.

banner 1000x130

Kasus ini mulai terkuak saat pihak keluarga mendapati korban dalam kondisi hamil. Pada 28 Desember 2025, korban kemudian melahirkan seorang bayi perempuan, memicu kecurigaan dan laporan ke pihak kepolisian.

Satreskrim Polres Pamekasan yang menerima laporan tersebut langsung melakukan penyelidikan mendalam. Mengingat keterbatasan korban, penyidik menempuh langkah ilmiah melalui tes DNA untuk mengungkap pelaku.

“Penyidik melakukan pendampingan psikolog terhadap korban dan melaksanakan tes DNA paternitas melalui Laboratorium Kriminalistik,” ujar KBO Satreskrim IPTU Herman Jayadi, S.H., Rabu (08/04/2026).

Hasilnya mengejutkan sekaligus memuakkan. Analisa DNA menunjukkan kecocokan hingga 99,9 persen yang mengarah kepada AS sebagai ayah biologis bayi tersebut.

Bukti tak terbantahkan itu menjadi dasar kuat bagi penyidik untuk menetapkan AS sebagai tersangka pada 6 April 2026.

Kini, tersangka telah ditahan di Rutan Polres Pamekasan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Meski demikian, ia disebut bersikap kooperatif selama pemeriksaan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 473 ayat (1) dan (2) huruf d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Kejahatan terhadap kelompok rentan, terlebih dilakukan oleh orang terdekat, menunjukkan betapa pentingnya perlindungan ekstra bagi penyandang disabilitas dari predator seksual di lingkungan sendiri.(Pnn)

banner 1000x130
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *